Lagi lagi berak๐๐๐๐๐๐ ๐๐คฃ☺๐๐๐๐๐๐๐๐ฅฐ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ค๐ค๐คช๐คจ๐ง๐ค๐๐คฉ๐ฅณ๐คก๐ค ๐๐๐๐๐๐๐ฅบ๐ฉ๐ซ๐๐ฃ☹️๐๐ค๐ ๐ก๐คฌ๐คฏ๐ถ๐ฅต๐ฎ๐ง๐ฆ๐ฏ๐๐๐ฅถ๐ฒ๐ต๐ณ๐ฑ๐จ๐ฐ๐ข๐๐ด๐ช๐๐ญ๐คค๐ฅ๐ค๐คญ๐คซ๐คฅ๐ฌ๐ค๐ฅด๐๐ค๐ค๐ท๐คง๐คฎ๐คข๐ฟ๐น๐บ๐ฉ๐ป๐☠️๐ฝ๐พ๐ค๐๐บ๐ธ๐น๐ป๐ผ๐ฝ๐๐ฟ๐พ๐๐๐
Soal Cerita Hasil Pembulatan Pengukuran Panjang 1. Mita mempunyai pita merah sepanjang 75,8 cm dan pita biru sepanjang 68,4 cm. Berapa cm kira-kira panjang seluruh pita Mita setelah dibulatkan ke cm terdekat ? 2. Panjang tongkat A 125,6 cm. Tongkat B lebih panjang 10 cm dari tongkat A. Berapa cm kira-kira panjang tongkat B setelah tongkat A dibulatkan ke satuan terdekat ? 3. Seutas tali panjangnya 14,7 cm. Setelah dibulatkan tali tersebut akan di bagi menjadi 3 bagian . Berapa kira-kira panjang satu bagian tali tersebut ? 4. Perhatikan gambar di atas ! Berapa jumlah panjang krayon , pensil , dan spidol seluruhnya ?
Pentingnya Budaya Tegur Sapa Senangnya tinggal di Desa Sereh Wangi. Kedekatan hubungan antarwarga membuat mereka saling menjaga. Tidak semua warga Desa Sereh Wangi merupakan penduduk asli. Sebagian warga merupakan pendatang, mereka masuk ketika kampung ini dibuka sebagai wilayah transmigrasi. Walau demikian, perbedaan asal usul tidak merenggangkan kedekatan mereka. Kedekatan antarwarga dimulai dengan kebiasaan saling tegur sapa. Ketika berpapasan di lorong antarrumah, di jalan, atau di pasar tak pernah terlewat untuk saling menegur. Sekadar mengucap “Selamat pagi, selamat siang, selamat sore” sampai bertukar kabar atau berbincang sejenak. Semua saling kenal, semua saling peduli. Di ujung jalan, tinggal Nenek Ijah seorang diri. Ia penghuni tertua di sini. Walau begitu ia masih mandiri melakukan kesibukan di rumahnya. Kadang ia terlihat menyapu pelan daun-daun di halaman rumah. Lain waktu ia duduk beristirahat di beranda. Pak Tulus, sang kepala desa, rajin menyapa Nenek Ijah....
Taman Bermain yang Hilang Malam hari merupakan malam yang ditunggu oleh Kupi, kepiting kecil. Ia menikmati saat-saat berjalan pelahan di gundukan pasir bersama ayahnya. Mereka menanti datangnya air pasang, yang akan membawa mereka ke dunia yang berbeda. Ya, Kupi selalu menanti saat-saat mereka terempas oleh air pasang, lalu tiba di hutan bakau. Nanti di sana ia pasti akan bertemu dengan teman-teman kecilnya yang lain. Upi si udang kecil, Kuro si kura-kura, dan teman-teman yang lebih besar seperti Bangau Cilik dan Momo si monyet. Di antara akar bakau mereka bisa bermain kejarkejaran, petak umpet, atau tidur di sela akar yang melintang. Seru sekali saat-saat itu. Adakalanya mereka berpisah, terbawa oleh pasang surut, kembali ke laut bebas. Namun, suatu hari mereka bertemu lagi dan bermain bersama lagi. Suasana di hutan bakau tentu berbeda dengan suasana di laut lepas. Airnya pun berbeda. Tidak asin seperti air laut, tetapi tidak juga tawar. Kupi tidak tahu apa namanya. Berbeda...
P PP
ReplyDeleteGa jelas lu
ReplyDeleteAda apa sih kawand
ReplyDeleteTau gak jelas
ReplyDeleteMaksudnya Klian ngobrol ap
ReplyDeleteJangan berantem
ReplyDeleteAnjing
ReplyDeleteDasar aneh
ReplyDeleteAks gk ikutan
ReplyDeleteMaraza
ReplyDeleteEnga jelas ini
ReplyDeletePan si
ReplyDeleteHalo guys
ReplyDeleteKalian lagi ngapain
ReplyDeleteLagi lagi berak๐๐๐๐๐๐ ๐๐คฃ☺๐๐๐๐๐๐๐๐ฅฐ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ค๐ค๐คช๐คจ๐ง๐ค๐๐คฉ๐ฅณ๐คก๐ค ๐๐๐๐๐๐๐ฅบ๐ฉ๐ซ๐๐ฃ☹️๐๐ค๐ ๐ก๐คฌ๐คฏ๐ถ๐ฅต๐ฎ๐ง๐ฆ๐ฏ๐๐๐ฅถ๐ฒ๐ต๐ณ๐ฑ๐จ๐ฐ๐ข๐๐ด๐ช๐๐ญ๐คค๐ฅ๐ค๐คญ๐คซ๐คฅ๐ฌ๐ค๐ฅด๐๐ค๐ค๐ท๐คง๐คฎ๐คข๐ฟ๐น๐บ๐ฉ๐ป๐☠️๐ฝ๐พ๐ค๐๐บ๐ธ๐น๐ป๐ผ๐ฝ๐๐ฟ๐พ๐๐๐
Delete0k
DeleteApa an si
ReplyDeleteNgoghey(eh tapi boong) ๐๐๐
ReplyDeleteTerus yang ngomong jorok siapa?
ReplyDeleteKalian anak sekolah atau bukan sih
ReplyDeleteKalian belajar gak sih
DeleteAku belajar kok
DeleteBelajar kok:v, masa gak
DeleteMakasih supportnya
ReplyDeleteAda apaan ni
ReplyDeleteBilang aja ga belajar
ReplyDeleteNgapa Lu Mao berantem
ReplyDeleteAjing
ReplyDeleteHi eperibadeh aku pusing, ๐๐๐ป
ReplyDeleteApa๐ฟ
ReplyDelete๐
DeleteHANMA SHUJI
ReplyDelete